Monday, May 24, 2010

The (Un)Reality Show. Novel yang ternyata bisa jadi buku kuliah :)

Kenapa bisa begitu? 

Karena novel ini punya ending sangat tak terduga yang ternyata berguna bagi kehidupan perkuliahan saya sebagai mahasiswi psikologi sejati. haha :D
Saya beli novel ini waktu masih SMA, jadi masih awam dan polos :) Tapi saya tau, bahwa novel ini menyimpan sesuatu yang rahasianya kan saya kuak nanti saat saya sudah kuliah (ceilah..)

Saya tidak akan memberikan review disini :)
Tapi..saya hanya mencoba merekomendasikan suatu bacaan ayang sama sekali tidak membosankan, menyimpan suatu ilmu tapi tidak berkesan berat, mungkin awalnya terlihat punya jalan cerita yang klise tapi sebenarnya tak terduga.

Ayo teman-teman..mari dibaca.
Mungkin resesnsi yang tertulis di sampul belakangnya bisa menjadi pancingan :D

Imagine having these people as roomates...

Ini adalah cerita tentang delapan orang biasa-biasa saja (seperti yang disangka oleh tim kreatif televisi)

...dipilih secara acak...
(seperti yang disangka oleh produser televisi juga)

...tanpa audisi...

... untuk tinggal bersama di sebuah rumah untuk direkam,
kemudian ditonton oleh jutaan penduduk Indonesia
sebagai acara hiburan, meraup rating,
meningkatkan citra stasiun televisi
serta

keingintahuan untuk melihat apa yang terjadi
ketika orang-orang tersebut tidak bertingkah sesuai dengan skrip cerita
dan mulai bersikap berdasarkan realitas.

...as the reality did not out exactly as it had been expected.

Karena pada akhirnya ini adalah...

THE (UN) REALITY SHOW

Selamat membaca ! :))
(kalau nanti udah baca share ya, supaya kita bisa berdiskusi bersama.hehe )

Agresi oh agresivitas..

Pada sadar gak sih? Akhir-akhir ini kita gampang sekali berbuat anarkis? Gampang sekali tersulut emosi..
Masalah sekecil apapun bisa menjadi suatu alasan kuat untuk bisa menyakiti orang lain. Baik secara verbal ataupun perilaku nyata. Milai yang paling sederhana seperti macet di jalanan, pesanan yang datang terlambat di restoran hingga yang mulai rumit seperti dendam politik atau ketidakpuasan sosial.
Semua gampang sekali menjadi penyulut untuk melakukan agresivitas.
Tapi..sebenarnya apakah agresivitas itu?

Tingkah laku agresif adalah tingkah laku yang tertuju pada keberhasilan menyakiti atau melukai makhluk hidup yang tidak ingin diperlakukan demikian (Bron & Byrne, 2004). Dari berbagai penjelasan mengenai pengertian tingkah laku agresif, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat empat ciri-ciri umum dari tingkah laku agresif tersebut, yaitu :
- Intensi atau niat
- Perilaku menyakiti
- Makhluk hidup
- Secara fisik maupun verbal
Perlu diingat bahwa ciri-ciri di atas tidak selalu mutlak ada di dalam sebuah tingkah laku agresi, apabila salah satu dari ciri-ciri di atas terdapat dalam satu kejadian maka kejadian tersebut dapat dianggap sebagai perilaku agresi namun juga bisa tidak. Namun menurut Sears, Freedman dan Peplau (1991), perilaku melukai yang tidak disertai dengan maksud melukai tidak dapat digolongkan sebagai agresif. Jadi dapat disimpulkan niat atau intensi seseorang untuk menyakiti merupakan faktor yang paling penting yang menyebabkan terjadinya suatu tingkah laku agresi.
Myers (1966) membagi agresi dalam dua jenis yaitu hostile aggression dan instrumental aggression. Hostile aggression adalah agresi yang bertujuan untuk melampiaskan emosi, sedangkan instrumental aggression adalah agresi yang dilakukan sebagai sarana untuk mencapai tujuan lain. Jenis agresi instrumental berbeda dengan hostile aggression bukan hanya dilihat dari tujuannya saja, tetapi juga karena agresi instrumental tidak disertai dengan emosi. Bahkan, antara pelaku dan korban kadang-kadang tidak saling kenal (tidak ada hubungan pribadi).
Banyak teori yang menjelaskan mengenai agresi tersebut, salah satunya adalah teori Naluri yang tergolong dalam teori bawaan. Menurut teori ini, Freud dalam teori psikoanalisisnya mengemukakan bahwa manusia memiliki dua jenis naluri dalam dirinya yaitu naluri eros (seksual) dan thanatos (agresi). Naluri seks berfungsi untuk melanjutkan keturunan, sedangkan naluri agresi berfungsi mempertahankan jenis. Selanjutnya ada pula teori frustrasi-agresi klasik yang tergolong dalam teori lingkungan. Menurut teori yang dikemukakan oleh Dollard dkk (1939) dan Miller (1941) ini, bahwa agresi dipicu oleh frustasi, yaitu hambatan terhadap pencapaian suatu tujuan.
Perilaku agresif juga dipengaruhi oleh keberadaan suatu kelompok. Menurut Mullen (1986), semakin besar jumlah gerombolan pelakunya, semakin kejam proses lynching-nya (pengeroyokan dan penyiksaan). Hal ini disebabkan bukan hanya oleh faktor ikut terpengaruh, tetapi juga karena ada perancuan tanggung jawab (tidak merasa ikut bertanggung jawab karena dikerjakan beramai-ramai), ada desakan kelompok dan identitas kelompok, (kalau tidak ikut dianggap bukan anggota kelompok), dan ada deindividuasi (identitas sebagai individu tidak dikenal) (Staub,1996).

Marilah mulai sekarang kita bersama-sama menjaga diri dari tindakan yang bisa menyakiti orang lain.
Bila masing-masing dari kita berusaha untuk saling menjaga, tentu perdamaian akan muncul dengan sendirinya..

Semangat! :)

all iz well..

Ada yang belum tau apa artinya kalimat di atas itu tu?
Kalau begitu..sini yuk saya beritahu.. :)

Buat temen-temen yang udah pernah nonton 3 idiots pasti tau kalo 'all iz well' adalah jargon utama yang terkenal dari film tersebut. Menurut saya, film ini super duper bagus dan very well recommended buat ditonton. Jadi..saya mau berbagi kesenangan.hehe
Disini, saya tidak akan menceritakan kisahnya seperti apa, tapi saya akan memberikan poin-poin positif apa yang bisa saya dapatkan dari film ini. Saya akan menjadi seorang marketing sukarela yang mempersuasi orang-orang buat menonton :)) 

- Pertama, tema cerita yang yahud. Ceritanya sama sekali gak klise. Bukan film cinta-cintaan, bunuh-bunuhan, jahat-jahatan, tapi tentang belajar. Yah..belajar. Tapi dikemas sama sekali gak bosenin dan sangat menarik buat terus membuat kita bertahan hingga akhir film. Di tengah tema film jaman sekarang yang begitu-begitu aja, film ini bener-bener ngasih pencerahan yang bener-bener bikin kita melek bahwa mungkin apa yang kita lakukan selama ini buat berusaha dan berjuang masih sangat kurang.
- Jalan cerita yang nggak terduga dan penuh kejutan. Lucu sekaligus mengharukan. Saya disini bener-bener bisa dibuat ngakak dan mewek bombay dalam waktu bersamaan :D Cerita yang seolah-olah udah mencapai klimaks ternyata masih merupakan tengah cerita dan masih ada ujungnya.
- Walaupun film india, tarian-tarian disini cuma ada dua. Dan, keduanya masih bisa ditolerir karena menurut saya tariannya gak mellow yellow amat, tapi lebih ke arah kocak :)
- Penyadaran tentang makna belajar dan berusaha disini bener-bener ditunjukkan secara cerdas, tanpa ada kesan menggurui. Bikin saya jadi merasa bersalah karena masih suka males-malesan.. :P
- Membuat saya mengingat bahwa keluarga dan persahabatan adalah dua hal sederhana sekaligus penting yang patut disyukuri keberadaannya di dunia. karena dua hal itu, akan melengkapi damai hidup kita.. :)

Dan..tadi setelah googling-menggooling saya mendapatkan beberapa hal yang saya baru tau, yaitu..
* Ini film blockbuster sepanjang masa di India. Berhasil mendapatkan Rs 375 crore (US$ 81 million) dalam waktu 4 minggu pemutarannya. Banyak amat!
* Dari situs IMDB ratingnya 8.1/10. Beda banget sama New Moon yang cuma dapet rating 4/10. We Oo We aka. WOW !
* Aamir Khan ternyata udah kepala 4! Huaduh..trus kenapa dia disini bisa kelihatan ganteng, masih muda, sekaligus sangat natural? (jadi inget artis-artis disini yang masih muda-muda tapi perannya jadi tante-tante melulu..-_-)

Intinya cuma 1, nontonlah!

Selamat menikmati.. 
dan jangan lupa siapkan tissue :)

(buat yang mau tau ringkasan ceritanya, bisa dibaca disini ya? http://en.wikipedia.org/wiki/3_Idiots)